Perjalanan Hidup Sang Legenda Tinju Ellyas Pical

buytiffanycojewelry.com –  Ellyas Pical yang kerap di sapa Pical ini memang memiliki pendengaran yang kurang bagus karena Pical yang pada masa kecil nya berprofesi sebagai pencari mutira alami dan pical di haruskan berenang mencapai dasar laut dirangkum dari  texaspokercc . Pical pria kelahiranUllath, Saparua, Maluku Tengah ,Maluku 24 Maret 1960 memiliki segudang cerita tentang Kejamnya ibukota Jakarta.

Perjalanan hidup ellyas pical memang sangat berliku liku dan sangat berat sekali,karena mantan juara dunia dari Indonesia ini merupakan petinju pertama dari Indonesia yang meraih gelar internasional di luar negeri. Pical yang saat ini sudah berusia setengah abad lebih yakni usia bang Pical saat ini adalah 59 tahun. Pria yang pantang menyerah ini patut di jadikan contoh untuk bangsa Indonesia karena kegigihannya dalam menjalani hidup.

Bahkan petinju legendaris ini mempunyai nama sebutan The Exocet yakni sebuah rudal buatan perancis bukan tanpa sebab Pical mendapat julukan ini karena pical memiliki hook yang sangat cepat. Pical yang sudah berjuang keras untuk Indonesia kenyataan nya masi harus menerima kepahitan hidup karena minimnya penghargaan dan jaminan hidup untuk atlet di negri kita.

Pical yang sudah sepatutnya mendapat jaminan hidup dan penghargaan karena jasa – jasa nya menjadi pahlawan karena telah mengharumkan nama bangsa Indonesia masi harus berjuang kembali untuk sesuap nasi dan untuk menghidupi keluarga nya karena Pical yang masi harus menjadi satpam di salah satu diskotek jakarta pusat yaitu diskotik Mile’s, lokasari, Mangga besar.

Pical yang sudah sepatutnya mendapat jaminan hidup karena jasanya kepada negeri kita ini akan tetapi di negri kita sangat kurang sekali perhatian pemerintah terhadap atlet yang telah mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia, salah satu pertandingannya yang tidak akan pernah di lupakan oleh dunia dan bangsa Indonesia yaitu saat Pical melawan petinju dari korea.

Pertandingan kelas Bantam Yunior atau kelas super terbang yang memperebutkan gelar juara IBF yang di menangkan oleh Ellyas Pical,sejak saat Pical membuktikan bahwa Indonesia tidak bisa di pandang sebelah mata di dunia tinju,mata dunia mulai memperhitungkan Indonesia dalam dunia tinju. Nama Pical kembali mencuat bukan karena Prestasi nya melainkan karena Narkoba.

Pada 13 juli 2005 silam Pical di tangkap karena kepemilikan narkoba berupa extasi, Pical yang di tangakap saat ini sedang bekerja sebagai satpam di diskotek Mile’s dan di temukan mengantongi narkoba berupa extasi sebanyak 3 butir. Pical mengaku barang haram yang dia kantongi tersebut merupakan sampingan dari pekerjaannya sebagai satpam dengan cara menjual extasi.

Alhasil  Pical harus kembali berlapang dada karena beliau harus menjalani hukuman selama 7 bulan penjara. Diketahui bahwa semenjak dirinya gantung sarung tinju dia menekuni beberapa profesi untuk menyambung hidup, di ketahui Pical juga pernah menjadi ketua KONI pusat sepulangnya dari penjara dan menjadi asisten Agum Gumelar.

Jalan hidup Pical sungguh memperhatikan karena atlet kelas dunia ini sekarang menjadi OB atau Office Boy di kementerian Pendidikan dan Olahraga. Sangat tidak seharusnya atlet kelas dunia ini sama sekali tidak mendapat jaminan hidup dan sangat memprihatinkan,sudah seharusnya pemerintah ambil tindakan untuk para generasi-generasi penerus Pical agar atlet dunia bisa mendapat jaminan kehidupan sosial yang lebih baik lagi.

Bila kita bisa berfikir tentang dana pensiun atau dana untuk para atlet dunia yang sudah mengharumkan nama Indonesia, banyak sekali sebetulnya jalan untuk menghargai jasa mereka semisalnya banyak perusahaan BUMN di indonesia dan bisa berikan setidaknya 10juta/bulan untuk penghargaan para atlet kita yang sudah pernah masuk dalam juara dunia dan pernah mengharumkan nama bangsa Indonesia.

Saya berfikir itu sangat bisa sekali untuk bisa berikan hal demikian untuk para atlet kita karena atlet kita yang menjadi juara Dunia sebetulnya hanya sedikit,itu mungkin sangat bisa jika pemerintah bisa ambil tindakan untuk para atlet kita demi bisa menghargai jasa mereka. Sehingga para atlet yang sudah berjuang demi bangsa Indonesia bisa sedikit mendapat jaminan sosial dan kehidupan sedikit lebih layak karena jasanya.

, ,

Post navigation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *